Si Pemalu Penyuka Theater

Tadi sore aku menemani Rangga nonton theater anak-anak. Judulnya “Vampir Kecil”. Rangga suka sekali dan minta lagi kalau ada pertunjukan semacam itu.

Selama nonton, aku juga memperhatikan suasana di dalam gedung terutama kelakuan para penonton ciliknya. Kali aja muncul ide:-)

Begitu pertunjukan selesai, sambil memakaikan jaket Rangga, aku ‘melihat’ (membayangkan demikian nyata) anak laki-laki kecil umur preschool yang sedang bergelayut di rok ibunya, berdiri di depan pintu ruang pertunjukan. Bagiku anak itu pemalu. Agak melamun, aku berjalan pelan keluar dari ruang pertunjukan bersama Rangga. Di kepalaku berputar-putar ide dan tanya jawab. Apa yang membawa anak pemalu itu nonton theater? Ah, mungkin dia suka bermain peran. Bagaimana dia sampai suka bermain peran? Bagaimana ia bermain peran di rumah? Di Kindergarten? Apakah ada pojok khusus untuk itu di kamarnya? Bagaimana dengan tempat menyimpan kostumnya, apakah dalam sebuah peti? Bagaimana seandainya itu adalah peti yang istimewa. Cerita apa di balik peti itu yang menjadikannya istimewa? dan seterusnya. Aku yang awalnya membayangkan ini mungkin bisa kubuat cerpen, lama-lama malah terbayang bab-bab novelnya. Kepriben!

Sampai di rumah hingga malam ini ide itu terus berputar-putar. Seperti forum diskusi. Kadang saling mengusulkan, kadang saling menidakkan. Ribut. Dan masih tak berujung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tentang

Senang menulis, cinta dunia anak. Dan ini diary kepenulisan saya.

salam,
echa

Masukkan alamat e-mail Anda untuk mengikuti blog ini via e-mail. Terima kasih.

Kategori

Arsip

%d bloggers like this: