Masukan Masha

Komentar Masha atas cerpen Ksatria Dani Pemberani:

“cerita ini cocok untuk dibacakan, bukan dibaca sendiri oleh anak kecil. Secara umum sudah baik. Aku bisa membuat gambarannya di kepalaku. Tapi…(jreng…jreng…jreng), Bunda banyaknya mendeskripsikan yang tampak saja. Yang tak tampaknya masih kurang. Perumpaannya juga kurang. Padahal itu akan membuat cerita jadi lebih hidup. Bunda banyak menggunakan kalimat-kalimat pendek berurutan. Itu membosankan. Diselingi perumpamaan atau kalimat penjelasan akan bikin cerita lebih hidup. Jalan ceritanya cenderung lambat. Kayaknya karena terlalu detil. Bahkan di beberapa bagian sangat lambat dan terlalu detil. Itu bisa mengalihkan perhatian anak kecil. Alternatifnya: Bunda singkat dan padatkan atau kalau mau tetap lambat tapi kasih tema sampingan yang masih berhubungan dengan itu. Pokoknya selalu ada yang anak-anak nantikan. Sehingga perhatiannya nggak teralihkan. Asha suka baca cara itu di buku-buku banyak penulis seperti Erich Kaestner. Kalau Bunda masih tetap mau detil, lebih baik di bagian klimaksnya saja. Di opening nggak usah.”

Ich danke dir, Asha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tentang

Senang menulis, cinta dunia anak. Dan ini diary kepenulisan saya.

salam,
echa

Masukkan alamat e-mail Anda untuk mengikuti blog ini via e-mail. Terima kasih.

Kategori

Arsip

%d bloggers like this: