(Dongeng) Pisang yang Bimbang

Idenya datang saat aku makan pisang. Pisang adalah menu pukul 10 ku setiap hari. Satu saat ketika makan pisang itulah terlintas idenya. Saat itu teringat pula pertanyaan standar anak-anak: mengapa pisang bongkok? Lalu aku mulai mencoret-coret apa yang mungkin kuangkat untuk menjawab pertanyaan itu.

Memoriku tentang dongeng sangat terbatas polanya. Aku pun mentok menemukan ide ceritanya. Lalu iseng aku browsing dan memasukkan kata “banana”. Ternyata ada juga nama suatu kota di Kongo yang seperti itu. Dari situlah aku mulai mengkhayal-khayalkan ceritaku. Dan seperti biasa, kadang khayalanku ke mana-mana. Dan sama sekali susah untuk kutuliskan dalam cerita sesingkat cerpen. Jadilah mataku selalu melirik ke monitor kiri bawah, melihat hitungan kata!. Maka jadilah dongengnya yang sekitar 500 kata. Kali ini aku coba kirim ke milis arisan hheheheh. Minta tolong dikomentari. Habis aku tak tau dari mana aku dapat feedback. Tanpa feedback bagaimana aku tau kalau aku sudah belajar.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tentang

Senang menulis, cinta dunia anak. Dan ini diary kepenulisan saya.

salam,
echa

Masukkan alamat e-mail Anda untuk mengikuti blog ini via e-mail. Terima kasih.

Kategori

Arsip

%d bloggers like this: